Welcome to the Neo Area

Di blog ini, saya akan menampilkan artikel-artikel saya, buku harian saya, dan catatan-catatan tentang saya, disini saya juga akan mengisi berita-berita dan artikel tentang masalah, Ac Milan, Persebaya, Timnas Indonesia, dll. saya akan berusaha membuat blog ini kental akan sepak bola,,

Sabtu, 23 Oktober 2010

Jelang Napoli vs Milan : Beban 12 Tahun

Jakarta - AC Milan akan melakoni partai alot di giornata kedelapan Seri A akhir pekan ini dengan bertandang ke markas Napoli. Pasalnya, Rossoneri sudah tidak pernah menang di sana selama 12 tahun.

Milan yang baru dipukul Real Madrid 0-2 di Liga Champions tengah pekan ini, akan mengunjungi Stadion San Paolo untuk menghadapi tuan rumah Napoli, Minggu (24/10/2010).

Partai ini layak dilabeli partai kelas berat karena kedua tim sedang menempati posisi bagus di klasemen. Dengan 14 poin, Milan membuntuti Lazio dari posisi kedua, sedangkan Napoli di posisi 4 dengan 12 angka.

Tidak cuma itu yang membuat perjalanan Milan akan terasa berat. Dari catatan pertemuan di antara keduanya di San Paolo, Milan sudah tidak pernah menang sejak tahun 1998. Saat itu, 4 Januari 1998, Milan unggul 2-1 berkat gol yang dicetak oleh Leonardo, pelatih Rossoneri musim lalu, dan Maurizio Ganz.

Sejak saat itu, sudah bertemu lagi sebanyak  sembilan kali, empat di kandang Napoli dan lima di kandang Milan. Khusus di kandang Napoli, Milan meraih tiga kali hasil seri dan sekali kalah.

Catatannya sedikit berbeda bila duel dilangsungkan di San Siro, markas Milan. Klub milik Silvio Berlusconi itu menang tiga kali dan dua kali tertahan imbang.

Rekaman duel Napoli-Milan sejak 1998:
4-01-1998 Napoli 1-2 AC Milan
8-04-2001 Napoli 0-0 AC Milan   
11-05-2009  Napoli 3-1 AC Milan
28-10-2009 Napoli 2-2 AC Milan

Milan Sudah Lama Inginkan Bale

Milan - AC Milan mengaku sudah lama memantau Gareth Bale. Namun Wakil Presiden Milan Adriano Galliani ini mengakui bahwa untuk memboyong Bale sekarang butuh dana yang besar.

Bale memang telah dikabarkan telah diminati oleh Milan, Inter dan Juventus. Performa pemain Tottenham Hotspur ini semakin memukau setelah mencetak hat trick ke gawang Inter Milan di lanjutan Liga Champions kemarin.   
 
Galliani pun mengakui bahwa Milan telah lama memantau Bale dan sempat tertarik meminang pemain asal Wales ini. "Saya selalu suka Bale, bahkan sejak dia bermain untuk Southampton," ungkapnya seperti dilansir Sky Sport.

"Ketika saat yang tepat untuk meminangnya, dia mengalami beberapa cedera. Saya telah membicarakan hal itu dengan (Direktur Olahraga Milan, Ariedo) Braida. Namun Bale telah kembali menjadi pemain fantastis," ujar Galliani.

Galliani pun mengatakan bahwa untuk saat ini berat bagi Milan memboyong pemain berusia 21 tahun ini. "Sulit memboyong dia ke Milan sekarang karena memerlukan banyak biaya," tukasnya.

Galliani Sempat Takut Milan Digunduli Madrid

Milan - AC Milan menelan kekalahan 0-2 saat menghadapi Real Madrid di Liga Champions. Melihat dominasi Los Merengues di awal laga, Andriano Galliani sempat khawatir bakal Rossoneri kalah lima sampai enam gol.

Melawat ke Santiago Bernabeu, Milan tak berkutik saat menghadapi penguasaan bola dan permainan cepat yang diperagakan Madrid. Banyak ditekan, anak didik Masiimilliano Allegri tunduk dengan dua gol tanpa balas.

Gol-gol kemenangan Los Merengues yang datang hanya dalam kurun dua menit melalui Cristiano Ronaldo dan Mesut Oezil ternyata sempat membuat was-was Galliani. Wakil Presiden Milan itu khawatir kalau Andrea Pirlo cs akan terpukul dan kemudian kemasukan lebih banyak gol.

"Jangan terlalu dramatis soal kekalahan tersebut, tapi di menit-menit pertama mereka (Madrid) mengejutkan saya. Kami kemasukan dua gol dalam dua menit dan saya takut itu  bisa berakhir dengan 5-0 atau 6-0," sahut Galliani di Football Italia.

Kekalahan atsas Madrid membuat peluang Milan untuk lolos ke babak selanjutnya dapat ancaman karena kini nilainya sama dengan Ajax Amsterdam yang duduk di posisi tiga. Namun Galliani menyimpan keyakinan kalau hasil terbaik akan didapat timnya mengingat kompetisi masih panjang.

"Bagaimanapun, kami maih duduk di posisi dua di Seri A dan Liga Champions. Musim ini masih panjang. Yang terpenting adalah menjadi yang pertama pada 22 Mei."

"Tentu saja performa kami di Madrid bukan yang terbaik, tapi kebobolan oleh dua gol yang tak biasa dan kami punya kesempatan untuk menebusnya dalam waktu dua pekan," tuntas Galliani merujuk pada pertemuan berikutnya di San Siro.

Selasa, 19 Oktober 2010

Bukan Kepulangan Pertama, Seedorf Tetap Antusias

Madrid - Clarence Seedorf akan 'pulang' ke Stadion Santiago Bernabeu, tempat ia pernah bermain selama tiga tahun, saat AC Milan dijamu Real Madrid. Meski ini bukan kepulangan pertama, Seedorf tetap antusias.

Milan dan Seedorf akan bermain menghadapi Madrid di Bernabeu, Rabu (20/10/2010) dinihari WIB, dalam matchday 3 Liga Champions Grup G. Inilah duel dua tim dengan koleksi gelar Eropa terbanyak saat ini.

Partai ini sendiri punya arti penting bagi Seedorf. Gelandang berkebangsaan Belanda berusia 34 tahun itu pernah menjadi pemain Madrid pada tahun 1996-1999.

Tiga tahun berbaju Los Blancos, Seedorf lumayan berhasil. Selain satu titel Liga Spanyol musim 1996-97, pemain didikan Ajax Amsterdam itu juga memenangi Liga Champions 1998.

Sempat membela Inter Milan tahun 1999-2002, Seedorf kemudian hijrah ke Milan. Di Rossoneri, Seedorf tak kalah bergelimang sukses. Di Liga Champions, Seedorf mengantar Milan juara tahun 2003 dan 2007.

Kenangan tentang Madrid tentu saja membayang saat Seedorf menginjak rumput Bernabeu. Padahal, ini bukanlah kali pertama gelandang bertenaga kuda itu mengunjungi Bernabeu sebagai lawan.

"Saya pikir, ini akan jadi pertandingan yang menyenangkan," komentar Seedorf tentang pertandingan tersebut seperti yang dikutip Reuters.

Di Grup C Liga Champions musim lalu, Seedorf juga membela Milan menghadapi Madrid di Bernabeu dan sukses membawa 'Merah Hitam' menang 3-2. Dalam partai itu, Seedorf bermain 90 menit.

Lebih ke belakang, Seedorf juga membela Milan saat dijamu Madrid, Maret 2003. Berjumpa di fase grup kedua, Madrid memukul Milan 3-1, tapi di ujung musim, Milan-lah yang keluar sebagai jawara.

Ibra: Guardiola Minim Pengalaman

Milan - Untuk kesekian kalinya, Zlatan Ibrahimovic kembali menyindir pelatih Barcelona, Josep Guardiola. Ibra mengatakan bahwa Guardiola sebenarnya adalah orang yang minim pengalaman.

Ibra boleh jadi masih sangat berang dengan Guardiola, orang yang disebutnya telah menyia-nyiakan bakatnya di Barcelona. Bahkan sindiran ini sudah dilakukannya sejak sebelum resmi meninggalkan Camp Nou dan hingga saat ini.

Apa serangan terbaru Ibra terhadap Pep? Pemain depan AC Milan itu menyebut entrenador Azulgrana sebagai orang yang minim pengalaman.

"Guardiola ingin tampil sempurna di depan publik, seperti halnya pegolf Tiger Woods. Tapi tidak ada satu pun orang yang sempurna," ujar Ibra dilansir dari AFP.

"Ia memang pelatih yang luar biasa, namun minim pengalaman dan masih terlalu muda untuk menangani sebuah tim dengan 22 bintang dengan kepribadian yang berbeda-beda," kata striker asal Swedia itu.

Selain dirinya, Ibra juga mencontohkan Thierry Henry. Pemain Prancis itu adalah pemain kunci di klub sebelumnya Arsenal, namun karirnya meredup ketika berseragam "Biru-Merah". Kini Henry juga telah meninggalkan Camp Nou.

Bila minim berpengalaman, lantas mengapa Guardiola mampu mengantar Barca menguasai La Liga dalam dua musim terakhir, sekaligus meraih enam trofi di tahun 2009?

Ibra mengatakan bahwa Pep tertolong oleh kualitas pemain yang dimiliki. "Tidak sulit untuk menang bersama Barcelona. Dengan tim seperti itu, siapa yang tidak bisa menang?" jelas eks pemain Ajax Amsterdam, Juventus, dan Inter Milan itu.

Senin, 18 Oktober 2010

Ibra Rela Mati demi Rekan Setim

Milan - Zlatan Ibrahimovic baru saja menunjukkan kalau dirinya juga piawai menjadi "asisten" untuk rekan-rekannya. Ibra sendiri memang mengaku kalau dirinya kini rela mati demi teman satu timnya.

Sebagai seorang pemain depan yang tugas utamanya menjebol gawang lawan, mungkin takkan banyak orang yang terlalu menyalahkan jika Ibra tampil egois di depan gawang.

Namun demikian, penyerang asal Swedia berusia 29 tahun memperlihatkan kalau dirinya tidaklah begitu karena kepentingan tim adalah yang terpenting.

Ini terlihat saat AC Milan menundukkan Chievo Verona 3-1 akhir pekan lalu. Alih-alih memaksakan diri, Ibra memberikan umpan-umpan kepada rekannya yang lebih berpeluang mencetak gol. Maka jadilah dia membuat dua assist dalam partai tersebut --walau kemudian juga membuat satu gol bunuh diri.

"Aku sekarang ingin lebih bekerja keras untuk tim," tegas Ibra di Football Italia.

"Di awal karir, Anda bakal menginginkan dirimu dikenal dan Anda akan jadi lebih individualistis. Kemudian Anda mulai mengerti bahwa tim lebih penting dari individu dan Anda hanya bisa melaju jauh dengan tim," paparnya.

Lewat performanya saat menghadapi Chievo, Ibra juga menuai banyak pujian dari rekan-rekannya. Ia pun ikut senang, bukan karena dipuji melainkan karena sudah bisa membuat rekan-rekannya bahagia.

"Saat rekan-rekan setimku senang, aku juga ikut senang. Karena ketika aku bergabung dengan sebuah klub maka aku akan rela membunuh diriku sendiri demi rekan setim. Jika mereka menang, aku juga menang," seru Ibra.

Allegri: Modal Bagus untuk Lawan Madrid

Milan - Kemenangan 3-1 yang diraih AC Milan atas Chievo tak hanya mengantarkan mereka memuncaki klasemen. Bagi Massimiliano Allegri, kemenangan itu juga menjadi modal bagus sebelum melawan Real Madrid.

Bertanding di San Siro, Sabtu (16/10/2010), Alexandre Pato tampil sebagai bintang lewat dua gol yang dilesakkannya ke gawang Chievo. Satu gol lagi disumbangkan oleh penyerang asal Brasil lainnya, Robinho.

Kemenangan itu merupakan kemenangan ketiga yang diraih Rossoneri secara beruntun. Mereka pun kini duduk di urutan teratas klasemen Seri A dengan nilai 14.

Allegri lantas menyebut kemenangan itu menjadi bekal positif jelang pertemuan melawan Madrid di Liga Champions tengah pekan depan. Ia sendiri cukup puas melihat timnya tampil menekan Chievo.

"Kemenangan hari ini terasa penting karena kami memiliki bentuk terbaik untuk laga melawan Real Madrid," ujarnya di Football Italia.

"Kami bermain sangat bagus di babak pertama, sementara di awal babak kedua kami agak sedikit mengendurkan tekanan."

"Hanya di menit-menit terakhir kami menekan lagi dan akhirnya berhasil mengamankan hasil itu," tukasnya.

Persebaya Menuju Level Profesional

Surabaya - Persebaya Surabaya tak main-main dalam misinya mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI). Hal ini ditunjukkan 'Bajul Ijo' dengan membentuk pengelolaan baru demi terciptanya kondisi klub yang profesional.

Pada hari Kamis, (14/10/2010) pengelola klub Persebaya yang diwakili PT Persebaya Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Pengelola Persebaya Indonesia, yang nantinya akan menjalani manajemen klub secara profesional dan bertugas mencari sumber dana dari pihak-pihak swasta.

Artinya dalam mengikuti LPI memang Persebaya tak lagi menggunakan dana APBD seperti yang dulu-dulu.

"Pemindahan pengelolaan ini tidak berarti bahwa Persebaya diambil alih oleh pihak baru. Persebaya kini ditangani oleh manajemen baru yang lebih profesional dalam mengelola dan mengembangkan sebuah klub sebagai institusi yang mandiri demi meningkatkan prestasi," tutur Direktur Utama PT Persebaya Indonesia Chalid Garamah dalam rilis kepada detiksport.
Melalui nota kesepahaman ini, secara finansial dan legal Persebaya sudah siap melangkah sebagai salah satu klub yang ikut serta membangun kompetisi LPI demi terciptanya persepakbolaan nasional yang mandiri dan profesional.

PT Pengelola Persebaya Indonesia akan mengelola juara Liga Indonesia dua kali ini sampai mereka mampu memperoleh keuntungan secara finansial. Secara bertahap kemudian pengelolaan Persebaya akan dikembalikan ke PT Persebaya Surabaya  dan kemudian sahamnya akan dilepas kepada publik Surabaya.

Dengan cara ini, Persebaya nantinya akan benar-benar menjadi milik warga kota Pahlawan.

"Potensi Surabaya meraih prestasi di kompetisi LPI dan keuntungan secara finansial sangat besar. Sebagai manajemen baru, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan Persebaya secara finansial mengukir prestasi terbaik melalui liga yang profesional," tukas Direktur PT Pengelolaan Persebaya Indonesia Llano Mahardika.

Melalui pengelolaan baru ini Persebaya perlahan mulai melepaskan diri dari ketergantungan dari APBD. Dengan demikian dalam lima tahun ke depan, Pemerintah dapat menghemat dana APBD lebih kurang Rp 75 miliar dan bisa mengalokasikan dana itu ke sektor-sektor yang lebih efektif di bidang olahraga.

Meski dikelola manajemen baru, Persebaya akan tetap mempertahankan nama, logo, domisili dan warna kebesaran."Secara internal, manajemen baru akan segera melakukan pembenahan struktur dan organisasi di dalam Persebaya," tutup Llano.

Pato Bawa Milan Atasi Chievo

Milan - AC Milan akhirnya memetik tiga poin usai menaklukkan Chievo Verona dengan skor 3-1. Dua dari tiga gol kemenangan Rossoneri dicetak oleh Alexandre Pato. 

Pada laga yang digelar di San Siro, Sabtu (16/10/2010), pelatih Massimiliano Allegri. memainkan Pato, Zlatan Ibrahimovic dan Ronaldinho. Hasilnya cukup efektif karena Pato berhasil menyumbangkan dua gol.

Sedangkan satu gol lagi dicetak oleh Robinho. Sedangkan kemenangan tersebut membuat Milan untuk sementara memimpin klasemen Seri A dengan mengumpulkan 14 poin dari tujuh kali laga. 

Jalannya Pertandingan

Milan sudah menekan saat pertandingan baru berjlana satu menit. Namun tembakan kaki kanan Alexandre Pato dari luar kotak penalti masih dapat digagalkan oleh kiper Stefano Sorrentino.

Sementara Chievo mencoba balik menekan namun usaha Sergio Pellissier masih melebar. Sedangkan tendangan kaki kiri Mariano Bogliacino di menit keenam masih dapat diblok.  
 
Sedangkan Ronaldinho gagal memanfaatkan umpan Pato. Namun Milan berhasil unggul setelah Pato berhasil menjebol gawang Chievo lewat tendangan kaki kanannya setelah memanfaatkan umpan Ibrahimovic di menit ke-18.

Tertinggal 0-1 Chievo menambah serangannya. Sebuah usaha Kevin Constant di depan gawang Milan masih melebar. Sedangkan sundulan Pablo Granoche memanfaatkan crossing Constant dapat diamankan oleh Christian Abbiati.

Kiper Milan ini masih harus bekerja keras setelah menggagalkan dua peluang berbahaya lagi yang dilancarkan oleh Constant. Namun meski dalam tekanan Milan masih dapat memperbesar kemenangan menjadi 2-0 di menit ke-30.

Gol Milan kembali dicetak oleh Pato setelah melakukan kerjasama yang baik dengan Ibrahimovic. Satu menit sebelum turun minum Pato nyaris mencetak gol lagi namun kiper Stefano Sorrentino dapat menggagalkan tendangan melengkung itu.

Di babak kedua tekanan Milan masih belum kendur. Peluang Ibra memanfaatkan umpan Ronaldinho masih dapat digagalkan oleh Sorrentino. Namun Abiati juga harus bekerja keras saat mentip bola tendangan dari Cyril Thereau.

Pada menit ke-66, gol Milan hasil tendangan Ronaldinho dianulir karena Luca Antonini lebih dulu tertangkap offside. Sementara Chievo juga meningkatkan serangannya namun sundulan Bostjan Cesar masih melebar.

Chievo akhirnya memperkecil ketertinggalannya menjadi 1-2 di menit ke-70 lewat gol bunuh diri Ibrahimovic. Gol tersebut berawal dario sundulan Sergio Pellissier dan sempat mengenai Ibra sebelum bola masuk ke gawangnya sendiri.

Sementara Milan masih mencoba menekan Chievo namun peluang Ronaldinho masih dapat digagalkan Sorrentino. Menjelang akhir pertandingan, Milan memperbesar keunggulan menjadi 3-1 lewat gol yang dicetak Robinho.

Pemain yang masuk menggantikan Pato, melepaskan tendangan kaki kanannya dari angle yang sulit memanfaatkan umpan Ronaldinho. Skor 3-1 tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir.

Susunan Pemain :

Milan: Abbiati; Zambrotta, Nesta, Thiago Silva (Bonera 63), Antonini; Gattuso, Pirlo, Seedorf (Boateng 78); Ronaldinho; Pato (Robinho 69), Ibrahimovic

Chievo: Sorrentino; Frey, Andreolli, Cesar, Mantovani; Bentivoglio (Gelson Fernandes 46), Rigoni, Constant; Bogliacino (Moscardelli 80); Pellissier, Granoche (Thereau 46)

Rabu, 13 Oktober 2010

Terim Tertarik Tangani Timnas Indonesia

Belakangan muncul wacana menggaet Fatih Terim untuk menjadi pelatih tim nasional sepakbola Indonesia. Pertemuan resmi pun telah dilakukan, dengan Terim memberikan sinyal positif dan menyatakan ketertarikan.

Pertemuan dengan Terim tersebut dilakukan Jumat (8/10/2010) lalu oleh Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam, yang melawat ke Istanbul, Turki, bersama delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordinasi Ekonomi Hatta Rajasa untuk menghadiri rapat OKI.

Dipo Alam sendiri mengakui kalau Terim memang tengah dipertimbangkan dengan serius untuk melatih timnas. Pertemuan itu pun dihelat sekaligus untuk membicarakan kemungkinan tersebut.

"Kami menilai bahwa Terim adalah sosok yang tepat untuk menggembleng timnas kita menuju ke pentas dunia, atau paling tidak – disegani di kawasannya," kata Dipo Alam seperti tertuang dalam siaran pers yang diterima detikSport.

Dari pertemuan itu, Fatih Terim terindikasi memberikan sambutan hangat niat Indonesia merekrutnya. Namun, ia juga masih harus mempelajari sejumlah tawaran dari negara-negara lain yang juga memintanya melatih timnas mereka.

"Bagi saya, Indonesia adalah suatu proyek yang cukup menarik. Saya sangat terobsesi untuk merombak fundamental persepakbolaan di Indonesia agar bangkit disegani dunia," kata Fatih Terim.

Saking tertariknya, Terim bahkan sudah melakukan sebuah studi singkat mengenai dunia persepakbolaan Indonesia. Dari situ ia menyimpulkan bahwa Indonesia membutuhkan reformasi fundamental serta pengelolaan liga yang profesional agar bisa menjaring talenta-talenta potensial di berbagai penjuru Indonesia.

"Saya tidak percaya bahwa dari sekian juta penduduk Indonesia, kita tidak bisa menghasilkan 20-25 pemain berbakat sebagai ujung tombak sepakbola Indonesia," tegas Terim.

Dalam pertemuan tersebut, Terim juga menceritakan tentang seluk beluk persepakbolaan Turki, mulai dari lahirnya Federasi Sepak Bola Turki pada tahun 1923 sampai dengan melesatnya Turki ke pentas dunia sejak 1990-an.

"Kami tidak main-main dengan sepakbola Turki. Jerih payah untuk membawa nama Turki harum di pentas nasional kami mulai lewat perombakan fundamental di tahun 1990-an," kata Terim.

Terim sendiri tak hanya terkenal di Turki saja --berkat kiprahnya bersama Galatasaray dan timnas negaranya-- melainkan juga di kancah internasional setelah sempat menangani Fiorentina dan AC Milan.

Namanya mencuri perhatian setelah sukses membawa Galatasaray menjuarai Piala UEFA, sekaligus mencatatkan diri menjadi satu-satunya klub Turki yang pernah menjadi jawara di kompetisi itu.

Dipo Alam menilai bahwa Terim cocok dengan kriteria sosok yang dibutuhkan untuk merombak fondasi persepakbolaan Indonesia, yaitu tegas, sigap, profesional dan berkelas.

Maka dari itu, pemerintah pun akan setia menantikan tanggapan resmi dari Terim, yang berjanji untuk mempelajari lebih mendalam tawaran Indonesia dan akan memberikan jawaban setelah dirinya mendapatkan bayangan lebih jelas tentang dinamika dan problematika yang harus dibenahi PSSI.

"Yang jelas, saya dapat katakan bahwa kendati saya telah banyak mendapat tawaran dari berbagai negara lainnya, proyek menangani persepakbolaan Indonesia adalah proyek menarik bagi saya."

"Tidak ada yang mustahil, asal kita fokus dan bekerja keras untuk itu," lugas Terim.


wuuuiiihh, yyo opo rekk, pelatih kelas dunia tertarik tangani Timnas Indonesia, tolong komentarnya rekk !

Indonesia Tundukkan Maladewa 3-0

Meski mampu menang 3-0 atas Maladewa di laga persahabatan jelang Piala AFF, namun timnas Indonesia masih tampil kurang maksimal dalam laga yang dihelat di Stadion Siliwangi, Selasa (12/10/2010) sore WIB.

Menghadapi tim yang peringkatnya 12 di bawah Indonesia (131) permainan tim asuhan Alfred Riedl ini terlihat masih banyak kekurangan misalnya sering salah umpan, kehilangan bola atau crossing yang tak menemui sasaran.

Timnas baru bisa membongkar pertahanan Maladewa ketika laga berusia setengah jam lewat jasa Octavianus Maniani. Dua gol tambahan dicetak di babak kedua lewat Yongki Aribowo dan Toni Sucipto.

Gol-gol tersebut adalah kali pertama bagi ketiga pemain itu yang baru dipanggil ketika Riedl memangku jabatan pelatih timnas.

Indonesia, yang Jumat lalu digasak 1-7 oleh semifinalis Piala Dunia 2010 Uruguay, direncanakan melakoni tiga ujicoba lagi di bulan November sebelum terjun di Piala AFF Desember mendatang, yang akan dipanggungkan di Jakarta.

Sedari awal laga berjalan permainan Indonesia terlihat belum berkembang. Sebaliknya Maladewa kerap membahayakan lewat serangan balik dan umpan-umpan silang.

Peluang pertama baru tercipta di menit ke-15 ketika tendangan kapten Maladewa, Ashfaq Ali dari luar kotak penalti dihentikan dengan sempurna oleh kiper Indonesia, Markus Haris Maulana.

Tiga puluh menit laga berjalan skor pun pecah dan Indonesia lah yang unggul lebih dulu. Diawali serangan dari sayap kiri, crossing Boaz Salossa menuju Octovianus Maniani di tiang jauh. Dengan sekali sepakan ia mengarahkan bola ke pojok kanan gawang Maladewa dan masuk ke dalam setelah sebelumnya membentur tiang.

Satu peluang didapat Indonesia lagi di menit ke-40 lewat tendangan keras Toni Sucipto dari luar kotak penalti yang masih bisa dijinakkan kiper Maladewa.

Di menit k-74 Indonesia menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Diawali kerjasama Jaya Teguh Angga dan Yongki Aribowo di kotak penalti, Yongki dengan sepakannya mengarahkan bola ke gawang. Kiper Maladewa, Mohammed Imran, masih bisa menepis bola namun kencangnya tendangan membuat bola malah bergulir ke arah gawang.

Toni! Gelandang Persija Jakarta ini menambah keunggulan Indonesia di menit ke-90 setelah tembakan volinya di dalam kotak penalti meneruskan umpan silang Yongki tak mampu dihadang Imran.

Hingga laga berakhir skor pun tetap 3-0.

Susunan pemain

Indonesia: Markus Horisson, Nova Arianto, Maman A, Tony Sucipto, Oktavianus Maniani, Firman Utina, Beny Wahyudi, Ahmad Bustomi, Boaz Salossa (Jaya Teguh Angga), Bambang Pamungkas (Yongki Aribowo 68'), M Nasuha.

Maladewa: Mohamed Imran; Thasneem Mohamed, Abdul Ghani Akram, Abdulla Ahmed, Abdulla Ibrahim; Umair Mohamed, Arif Mohamed, Fazeel Ibrahim, Naseer Mukhthar; Ashfaq Ali, Nafili Ali.

500 Juta dan PSSI yang Zalim

Kemarin, saat kedatangan tim nasional Uruguay jadi pemberitaan di mana-mana, saya membaca pernyataan manajer Persibo Bojonegoro, Taufiq Risnendar. Dari sebuah situs sepakbola, saya membaca pernyataan Risnendar: "Hadiah yang menjadi hak kami belum diterima."

Persibo, kita tahu, berhasil menjadi juara Divisi Utama musim kompetisi 2009/2010. Di partai final, Persibo mengalahkan Deltras Sidoarjo dalam laga yang digelar di Stadion Manahan Solo. Partai itu berlangsung pada 29 Mei 2010 silam. Ini sudah Oktober dan Persibo sudah tampil dua kali dalam kompetisi Super League 2010/2011.

Kemarin, saat saya membaca pernyataan Taufikq Risnendar tentang PSSI yang ingkar, media massa sedang asyik-asyiknya memberitakan batalnya kedatangan Diego Forlan ke Jakarta. Tim nasional Uruguay memang punya prestasi hebat, tapi Forlan punya nilai khusus sehingga kedatangan Forlan ke Jakarta kabarnya masuk hitung-hitungan tersendiri. Ada match-fee khusus yang harus dibayarkan PSSI jika Forlan ingin hadir di Jakarta.

Anda tahu berapa hadiah juara yang menjadi hak Persibo? "Hanya" 500 juta.

Saya terpaksa menggunakan kata "hanya" karena saya memang hendak membandingkan dengan match-fee yang harus dikeluarkan PSSI untuk bisa mendatangkan tim nasional Uruguay. 500 juta memang "hanya", karena --seturut pernyataan Imam Arif selaku Ketua Badan Tim Nasional (BTN)-- angka yang harus dikeluarkan PSSI untuk mendatangkan tim nasional Uruguay mencapai 4 miliar.

Kemarin, masih di hari yang sama saat saya membaca pernyataan Taufiq Risnendar tentang PSSI yang ingkar, PSSI dan BTN diberitakan akan meninjau ulang match-fee yang akan dibayarkan kepada tim nasional Uruguay gara-gara Diego Forlan urung datang ke Jakarta. Perlu diketahui, dari 4 miliar match-fee itu, 20 ribu US dolar di antaranya sebagai match-fee untuk Diego Forlan.

Saya belum membaca berita terbaru apakah sudah dilakukan re-negosiasi mengenai match-fee yang harus dibayar PSSI dan BTN gara-gara batalnya Diego Forlan datang ke Jakarta. Saya tidak tahu harus berapa kali PSSI dan BTN bernegosiasi lagi mengenai match-fee. Yang saya tahu, Persibo tak pernah bernegosiasi mengenai jadwal turunnya hadiah juara yang menjadi hak mereka. Yang saya tahu, lagi-lagi dari pernyataan Taufiq Risnendar, Persibo sudah mengirim surat sampai lima kali ke PSSI untuk menanyakan soal uang hadiah juara Divisi Utama 2009/2010.

Kemarin, saat saya membaca pernyataan Taufikq Risnendar tentang PSSI yang ingkar, saya juga membaca berita tentang gagal tampilnya tiga pemain keturunan yang sedianya akan diturunkan dalam laga melawan tim nasional Uruguay. Tobias Waisapy, Johnny van Beukering dan Raphael Guillermo Eduardo Maitimo adalah beberapa calon pemain yang hendak dinaturalisasi oleh PSSI. 

FIFA memperingatkan PSSI bahwa jika tiga pemain yang belum menjadi WNI itu diturunkan, maka pertandingan dengan Uruguay tidak akan mendapatkan poin. Apa pun hasil pertandingan itu, tidak akan menambah poin tim nasional Indonesia dalam ranking FIFA. PSSI ternyata memilih tidak memakai tenaga tiga pemain keturunan itu.

Saya tidak tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mendatangkan tiga pemain keturunan itu. Anda yang paham sila menghitung kalkukasinya, dari mulai tiket sampai akomodasi. Jika dikalkulasi dengan 20 ribu US dolar Amerika yang sedianya digelontorkan PSSI untuk mendatangkan Diego Forlan seorang, mungkin angkanya bisa mencapai setengah dari hadiah yang menjadi hak Persibo Bojonegoro.

Menyedihkan sekali, bukan? Tidak, kali ini bukan soal uang yang saya persoalkan, tapi kegagapan PSSI dan BTN dalam memahami peraturan FIFA mengenai laga internasional. Dengan biaya besar yang dikeluarkan untuk mendatangkan tim nasional Uruguay, kok ya masih muncul berita-berita tak enak hanya karena kegagapan PSSI dan BTN dalam memahami peraturan FIFA.

Ruwet, karut marut, tak pernah belajar, mungkin memang tak mau belajar.

Butuh kolom tersendiri untuk menelaah seberapa efektif ujicoba berharga 4 miliar ini bagi persiapan tim nasional Indonesia menghadapi Piala AFF Desember mendatang. Saya tak hendak membicarakan mengenai pokok persoalan satu itu. Saya hanya ingin menyoroti betapa laga berharga milyaran itu digelar di atas hutang 500 juta. Tidak perlu membawa kasus yang jauh jauh (hadiah juara bagi Arema yang sempat ditunggak berbulan-bulan juga, atau kasus ngemplangnya PSSI dari kewajiban membayar biaya akomodasi dan hotel beberapa tahun lalu), cukup dengan hutang 500 juta kepada Persibo kita bisa melihat ironi dari laga ujicoba miliaran rupiah ini.

Apes betul nasib Persibo. Sudahlah menggunakan miliaran dana APBD untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama 2009/2010, hadiahnya "hanya" 500 juta, ealah... hadiah yang "cuma" segitu pun masih juga dikemplang. Saya harus mengatakan bahwa PSSI benar-benar zalim dalam kasus ini. Ya, zalim. 

Anda masih percaya bahwa sebuah rezim penuh kezaliman akan menghasilkan manfaat dan prestasi? Saya sih tidak.

Oya, di artikel ini saya berkali-kali mengaku "tidak tahu". Ya, saya memang tidak tahu, apalagi dalam urusan duit dan perputarannya di kantung PSSI. Seperti yang dikatakan Dedi Miing saat PSSI minta duit 1,5 triliun kepada DPR pada 4 Oktober lalu, "PSSI tidak pernah transparan soal keuangaan, dan laporan keuangannya pun tidak boleh diketahui oleh publik. Jika mereka punya masalah, selalu berlindung di balik statuta."

Nah, kali ini kata zalim tidak tepat dikatakan pada PSSI. Itu bukan tanda-tanda rezim yang zalim, tapi itu ciri-ciri rezim yang korup!

Di dapat dari beberapa sumber, tolong komentarnya rekk,,

Senin, 11 Oktober 2010

Persebaya

haii, ini adalah yg kedua kalinya saya nge-post di blog ini, dan kali ini saya ingin membahas soal kegentingan persebaya yg karut marut, namun sebelum itu saya mau cerita pengalaman saya hari ini, UTS pertama saya di SMAN 20 Surabaya, cukup sulit namun saya bisa mengerjakan semua, matemika cman yg nomer 6 aja yg belum, klo PPKN harusnya bisa semua, tapi waktu yg di kasih cman dikit, apa ga mikir gurunya klo soalnya banyak tapi waktunya dikit, dan akhirnya banyak yg asal-asalan dehh isinya, haha, olahraga alhamdulillah bisa semuanya, hehe
persebaya, hemm, jadi keinget masa kejayaannya dulu waktu jaman perserikatan, juga waktu juara liga indonesia 2004, yg waktu pertandingan terakhir lawan musuh bebuyutannya, persija, dengan superior di kalahkan di Tambaksari dengan skor 2-1 yg sekaligus mengantar mereka ke tangga juara, tapi sekarang kita tengok persebaya di masa sekarang, setelah dengan sangat memalukan terdegradasi ke divisi utama atau yg biasa dikatakan para Aremania liga jas jus Indonesia (plesetan dari Liga Joss indonesia), manajer persebaya saat itu jg saat ini Saleh Ismail Mukaddar mengkambing hitamkan PSSI juga PT. LI yg katanya sengaja mendegradasi persebaya karena sikap kritis Saleh terhadap ketua umum PSSI skrg, Pak Nurdin, setelah itu, sekarang Persebaya yg sudah resmi di akuisisi oleh perusahaan minyak milik Pak Arifin Panigoro (juga bersikap kritis terhadap PSSI yg dianggapnya gagal), dan langsung ingin membuat liga tandingan, yakni IPL atau singkatan dari Indonesian Premier League, yg katanya bagi setiap klub yg ngikutin IPL bkalan dapet dana 20 milyar per tahun, sungguh menggiurkan, tapi setelah PSSI bkalan mencoret keanggotaannya bagi yg ngikutin nih IPL, akhirnya banyak juga yg ga jadi ikut IPL, dan sampe skrg (yg saya tahu) cman tiga klub yg benar2 berkomitmen ngikutin, Persebaya Surabaya, Persitara Jakarta Utara, dan PSIS Semarang, yg laennya ga tau ak niat apa ga, tapi klo pendapatku sih mendingan skrg ngikutin dulu nih Liga jas jus, daripada ntar klo ga ngikutin bkalan terjun bebas lagi ke Divisi Satu, lagian mending nih IPL di gelarnya tahun depan soalnya waktunya mepet, kurang siap untuk membuat suatu liga besar, dan bnyak kekurangan laennya, dan setelah itu akhirnya tim persebaya bener2 kebelah, yakni persebaya milik Saleh ma Persebaya Utami milik pak Wishnu Wardhana (Ketua DPRD Surabaya, klo ga salah), waduh makin karut marut lagi Pengcab PSSI Surabaya yg uda kepecah dari dulu bkin dana APBD yg akan di berikan ke Persebaya kesendat gara2 iku, waduh... waduhh....malang nian nasib klub kebanggaan arek2 Suroboyo kuwi

sekian kulo mbahas persebaya saya uda caepk nulisnya, ohh iyya di setiap saya nge-post pasti ada kata2 penyemangat dan kata2 mutiara, hehe, biar dikit keren nih blog, yya uda wes, bye, see u tomorrow, hehe

"Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning."



23

Minggu, 10 Oktober 2010

my first posting

hai, haha, tolong ada yg bisa bantu aku, bingung soalnya ini pengalaman pertama coba maen blog-blog an, hehe
blog ini aku buat pas pada waktu yg keren, tanggal 10 bulan 10, tahun 10, hebat kan !! (lebay ahh)
pertama-tama buat isi ini posting mungkin ak ingin perkenalin diriku yya, namaku mustofa sabila rusydi, biasa dipanggil sabil, lahir di surabaya, 9 maret 1995, sekarang sekolah di sma negeri 20 surabaya, suka sekali ma yg namanya sepak bola tergila-gila malahan. klo sepak bola paling suka ma ac milan, klo dalam negerinya karena saya di lahir kan di surabaya, tentu saya bondo dan nekat alias bonek pecinta persebaya, hehe
klo ma olahraga laen ak kurang suka, misalnya basket, ga seberapa suka aku, klo uda yg namanya timnas indonesia maen, hemm, ga bisa di ganggu gugat klo lg nnton, apalagi klo timnas cetak gol, bisa-bisa ak bengak bengok sama suaraku abis, kyak yg kmaren itu waktu timnas lawan uruguay, biarpun kalah 1-7, waktu boaz cetak gol, teriak2 ak kyak....., kyak apa yya, ga tau lah, pokoknya abis itu suaraku aga serak, hehe. meskipun timnas kalah, timnas tetep bisa ngambil pelajaran bagemana cara bermain sepak bola modern itu, bagaimana cara bertahan yg baik itu, melakukan serangan, memperagakan ball posession yg baik, dan di situ indonesia memang kalah kelas dan masih perlu belajar bnyak, look at this, edinson cavani yg seorang striker bisa berada di posisi mana saja, padahal dia seorang penyerang, berbeda dengan BP yg tua itu, dia cman ngendok di depan, tapi saya salut ma boaz yg bisa dengan tenang memasukan bola ke gawang waktu one on one dengan castillo (kiper uruguay),
saya jelaskan sekali lagi klo saya ini bonek mania sejati sampek matek, saya juga seorang milanisti sejati, denger2 kondisi persebaya sekarang sangat2 memprihatinkan pekk, dan saya akan bahas itu di post selanjutnya,
mungkin sekian first posting saya di blog saya ini, lagian besok UTS, aku harus belajar biar dapet nilai yg baik, oke, bye, see u in next post

do all things with love


23